AWAS PANIK | AWAS PANIK MAMA

AWAS PANIK | AWAS PANIK MAMA

Pelayanan publik merupakan suatu kegiatan dalam bentuk pelayanan barang pubik atau jasa publik yang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan. Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan. Pelayanan publik pada pelayanan persampahan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi diantaranya adalah AWAS PANIK dan AWAS PANIK MAMA. Latar belakang inovasi ini adalah masih banyaknya sampah yang dalam kondisi masih tercampur dan langsung dibuang ke Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) atau kontainer sampah sedangkan potensi sampah organik sangat besar untuk dapat diolah menjadi hasil organik yang bermanfaat seperti kompos, pakan ternak dan bahan bakar biogas.

Program ini memiliki konstribusi terhadap capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan terutama pada capaian nomor 11 yaitu kota dan permukiman yang berkelanjutan dan nomor 12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab karena mengedepankan pengelolaan dan pelayanan persampahan serta pengolahan sampah di suatu wilayah.

Disamping memanfaatkan sampah organik yang terbuang, inovasi ini juga sekaligus bisa mengurangi volume sampah yang terbuang ke kontainer yang pada akhirnya dapat menyumbang angka penurunan volume sampah yang dibuang ke TPA Regional Sarimukti.

Pemerintah Kota Cimahi saat ini sudah mulai secara perlahan meninggalkan paradigma lama penanganan sampah yang sentralistik dengan cara kumpul-angkut-buang dan beralih ke tata kelola sampah skala kawasan yang terdesentralisasi dengan pemilahan sampah di rumah tangga sebagai ujung tombaknya.

Inovasi AWAS PANIK MAMA (Kawasan Tuntas Pilah Sampah Organik Maggotisasi Mandiri) merupakan suatu inovasi yang menitik beratkan di dalam penanganan dan pengelolaan sampah pada masyarakat dimana menanamkan kesadaran pemilahan sampah dari sumber dengan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah yang dihasilkan. Sementara AWAS PANIK adalah pengelolaan yang dilakukan pemerintah kota dalam pengelolaan sampah dimulai dari pemilahan sampai dengan pengolahan dengan cara komposting, biogas, magotisasi dan lainnya.

Dalam kegiatan AWAS PANIK MAMA, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar dengan membuat tim PARIKNIK (PetugAs penaRIK sampah orgaNIK) yaitu petugas penarik sampah yang bekeliling ke rumah-rumah warga dan TIPETING (TIm PEngawas dan MonitorING) yang mengawasi dan memberikan edukasi kepada warga serta petugas yang melakukan pengelolaan sampah organik dengan cara Maggotisasi secara mandiri yang disebut PENARI (PENgelola mAggot mandiRI).

Kawasan Tuntas Pilah Sampah Organik Maggotisasi Mandiri merupakan kawasan yang terintegrasi di dalam mengelola sampah, dimana warga memilah sampah organiknya dengan memasukan ke dalam EMBER ORGANIK yang tujuannya akan menjadi tempat pembuangan sampah organik dari rumah tangga yang kemudian akan ditarik oleh TIM PARIKNIK sesuai dengan jadwal penarikan, di dalam pelaksanaannya diawasi oleh TIPETING. Sampah organik yang terangkut selanjutnya akan diserahkan ke petugas PENARI untuk diolah menjadi pakan maggot dan sisanya dilakukan pengomposan. Sampah organik yang dihasilkan warga harus dipilah dari rumah dan diambil oleh petugas penarik sampah untuk selanjutnya dilakukan pengelolaan sampah organik dengan cara maggotisasi (sampah pakan maggot).

 

 

Program AWAS PANIK MAMA ini dapat berjalan karena adanya peran serta dari beberapa pihak terkait seperti aparat Kelurahan, RW, RT, Kader, petugas kebersihan baik penarik maupun pengolah sampah, UPTD Pelayanan Persampahan serta tentunya dari pihak Dinas Lingkungan Hidup sendiri sebagai salah satu penentu kebijakan.

Dengan adanya inovasi bidang pelayanan persampahan ini warga sudah mulai memilah sampah mulai dari rumah, rumah yang sudah memilah sampah sebanyak 335 rumah (88,86%) di RW. 18 Kelurahan Padasuka, dikelola dengan Maggotisasi sebesar 72,52%, sisanya menjadi kompos, sampah residu yang harus dibuang ke TPSS berkurang, hanya menjadi 9,62%.

Sesudah kegiatan AWAS PANIK berjalan sampah warga menjadi terpilah. Adanya peran serta masyarakat dalam memilah sampah, petugas penarik terbiasa dengan pemilahan sampah di sumber, sampah organik yang masuk ke TPS3R diolah menjadi kompos, pakan magot, dan bahan baku biogas. Berikut hasil pemilahan sampah warga kawasan AWAS PANIK

 

1. Sampah Organik 9.484 Kg/hari menjadi 24.664 Kg/hari

 

2. Sampah Anorganik 2396 Kg/hari menjadi 4.749 Kg/hari

 

3. Sampah Residu 8.831 Kg/hari menjadi 23.710 Kg/hari

Inovasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat tambahan berupa manfaat secara finansial yang dihasilkan dari pengelolaan sampah, seperti hasil penjualan maggot, pemanfaatan maggot untuk pakan ternak, pemanfaatan sampah organik untuk ternak, dan pemanfaatan pupuk kompos untuk tanaman serta dapat memberdayakan masyarakat karena apabila telah terbentuk dan telah berjalan maka masyarakat bisa ikut mengelola sampahnya baik sampah organik maupun sampah anorganik, selain itu dapat melindungi dan melestarikan lingkungan hidup. 


Sosialisasi AWAS PANIK Kelurahan Melong